Bergasmedia – Organisasi Muhammadiyah yang selama ini dikenal sebagai pelopor pendidikan dan dakwah Islam di Indonesia ternyata sedang melakukan transformasi besar di bidang ekonomi.
Dengan meluncurkan berbagai bisnis modern berbasis teknologi dan prinsip syariah, Muhammadiyah membuktikan komitmennya dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Empat produk unggulan terbarunya – Zendo, AC MU, Mentari Mart, dan Jagalaba – menjadi bukti nyata langkah strategis ini di sektor teknologi.
Zendo: Ojek Online
Sebagai pionir dalam layanan transportasi berbasis komunitas, Zendo telah beroperasi sejak 2015 dengan model bisnis yang berbeda dari kompetitornya. Layanan ojek online ini dikembangkan oleh jaringan pengusaha Muhammadiyah melalui Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU).
Yang membedakan Zendo adalah pendekatan gotong royong dalam operasionalnya. Pengemudi tidak hanya menjadi mitra kerja tetapi juga mendapatkan pelatihan soft skill dan manajemen keuangan. Sistem komisinya yang hanya 4-8% jauh lebih rendah dibanding platform lain yang bisa mencapai 15-20%.
Zendo menyediakan berbagai layanan terintegrasi:
- Zendo Bike dan Zendo Car untuk transportasi harian
- Zendo Food untuk pengantaran makanan
- Zendo Delivery untuk pengiriman barang
- Zendo Services untuk berbagai jasa kebutuhan rumah tangga
Keunikan lain Zendo adalah kemudahan akses melalui WhatsApp tanpa perlu mengunduh aplikasi khusus. Hingga 2025, Zendo telah berekspansi ke 15 kota dengan lebih dari 5.000 mitra pengemudi aktif.
AC MU: Terobosan Elektronik Hemat Energi (2024)
Pada Tanwir Muhammadiyah ke-112 di Kupang, NTT, Desember 2024, organisasi ini secara resmi meluncurkan AC MU – produk air conditioner inverter pertama karya anak bangsa yang dikembangkan jaringan usaha Muhammadiyah.
AC MU menawarkan beberapa keunggulan teknologi:
- Konsumsi listrik 30% lebih hemat dibanding AC konvensional
- Menggunakan refrigeran ramah lingkungan (R32)
- Garansi resmi 3 tahun dengan jaringan service center di 50 kota
- Harga 15-20% lebih murah dibanding merek ternama
Produk ini dipasarkan melalui koperasi Muhammadiyah, toko elektronik mitra, dan platform e-commerce. Sebagian keuntungan dari penjualan AC MU dialokasikan untuk program beasiswa pendidikan dan pengembangan UMKM binaan Muhammadiyah.
Mentari Mart: Kolaborasi Strategis dengan Alfamart (2025)
Awal 2025 menjadi tonggak penting dengan penandatanganan MoU antara PP Muhammadiyah dan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) untuk mengembangkan waralaba ritel Mentari Mart. Kemitraan ini secara resmi dimulai pada 20 Februari 2025 di Jakarta.
Mentari Mart dirancang sebagai ritel modern berbasis komunitas dengan beberapa keunggulan:
- 30% produk berasal dari UMKM lokal binaan Muhammadiyah
- Sistem manajemen waralaba modern dengan dukungan penuh Alfamart
- Program pelatihan kewirausahaan bagi calon pengusaha ritel
- Konsep toko yang mengintegrasikan ruang komunitas
Corporate Affairs Director Alfamart, Dr. Solihin, menjelaskan: “Kolaborasi ini menggabungkan kekuatan jaringan Alfamart dengan basis komunitas kuat Muhammadiyah. Kami memproyeksikan 100 outlet Mentari Mart dalam tiga tahun pertama.”
Jagalaba: Marketplace UMKM Berbiaya Rendah
Melengkapi ekosistem digital, Muhammadiyah melalui SUMU meluncurkan Jagalaba – marketplace khusus UMKM dengan model biaya yang lebih adil. Platform ini menawarkan:
- Biaya layanan hanya 4% (bandingkan dengan 8-15% di marketplace umum)
- Fokus pada produk halal dan lokal
- Fitur pembayaran syariah
- Integrasi dengan sistem logistik Zendo
Jagalaba diharapkan menjadi solusi bagi 5.000 UMKM binaan Muhammadiyah yang selama ini kesulitan bersaing di platform besar. Pre-launching platform ini dilakukan bersamaan dengan Kopdar Nasional SUMU September 2024.
Strategi Integrasi Bisnis Muhammadiyah
Keempat bisnis ini tidak berjalan sendiri-sendiri tetapi saling terintegrasi dalam satu ekosistem:
- Produk UMKM di Mentari Mart juga dijual melalui Jagalaba
- Logistik didukung oleh jaringan Zendo Delivery
- Pembiayaan tersedia melalui Baitul Mal wat Tamwil (BMT) Muhammadiyah
- Teknologi dikembangkan oleh tim IT perguruan tinggi Muhammadiyah
Prof. Muhadjir Effendy, Ketua PP Muhammadiyah, menegaskan: “Ini bukan sekadar bisnis, tetapi gerakan ekonomi berkelanjutan yang mengedepankan prinsip keadilan dan pemberdayaan.”
Dampak dan Proyeksi Ke Depan
Dalam lima tahun ke depan, Muhammadiyah menargetkan:
- 10.000 mitra pengemudi Zendo
- 500 outlet Mentari Mart di seluruh Indonesia
- 50.000 UMKM tergabung di Jagalaba
- AC MU menguasai 5% pasar AC nasional
Dengan pendekatan bisnis yang beretika dan berorientasi pemberdayaan, Muhammadiyah membuktikan bahwa organisasi keagamaan bisa menjadi pelaku ekonomi modern yang kompetitif sekaligus berpihak pada masyarakat kecil. Keberhasilan model ini bisa menjadi acuan bagi pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis nilai-nilai Islam di Indonesia.
Jaga Laba,Zendo dan Sumu Pro bisa didownload di SUMU.